Ini Dia Tanda-Tanda Wawancara Kerja Anda Gagal

#Tags

Saat wawancara selesai, kamu pasti berpikir seperti apa hasilnya nanti. Ketika kamu merasa segala sesuatu berjalan dengan baik sekali dan kamu menjawab semua pertanyaan dengan sempurna, maka tidak mungkin kamu tidak menerima penawaran Lowongan kerja. Kamu mungkin berpikir kamu telah memberikan kesan yang baik kepada interviewer namun tidak demikian, sebaliknya kamu mendapati bahwa nyatanya sang interviewer jauh dari kata terkesan.

Mempelajari bagaimana cara membaca tanda-tandanya dapat membantu kamu menyelamatkan wawancara kamu dari kegagalan. Artikel ini akan mengulas mengenai tujuh tanda wawancara kerjamu akan gagal dan beberapa tips yang dapat membantu mengembalikan harapan pada wawancara kamu.



Tanda Wawancara Gagal


1. Wawancara berjalan singkat, sangat singkat!
Sebuah wawancara biasanya berlangsung sekitar 30 menit dan wawancara yang sangat baik dapat berlangsung lebih lama. Durasi wawancara menunjukkan sejauh apa interviewer tertarik untuk mengetahui tentang dirimu dan benar-benar mempertimbangkan aplikasi lamaran kerjamu. Waktu berjalan sangat cepat saat kamu dan interviewer menikmati jalannya wawancara. Jika wawancaramu hanya berlangsung kurang dari 15 menit, maka ini bermasalah.

Executive Search Consultant Purcell Group, Stacy Purcell mengatakan “Jika interviewer sering melihat jam selama wawancara berlangsung maka ini merupakan indikasi bahwa mereka bosan atau tidak terlalu tertarik terhadap apa yang kandidat jelaskan.”

Kamu tidak harus menunggu sampai selesai untuk menyelamatkan wawancaramu, saat kamu melihat dan merasa interviewer tidak terkesan, usahakan untuk membalikkan wawancara ke jalur yang semestinya dengan mencoba mengajukan beberapa pertanyaan untuk menunjukkan ketertarikan dan dedikasi kamu terhadap pekerjaan tersebut. Atau mungkin kamu dapat menyampaikan secara jujur bahwa wawancara tidak berjalan sesuai dengan rencana dan kamu ingin mengulang penjelasan kamu.



2. Tidak menyinggung dan membicarakan skill yang kamu miliki
Rochelle Kaplan, seorang Executive Recruiter dari CyberCoders mengungkapkan “Jika seorang perekrut mengabaikan untuk membicarakan skill yang dibutuhkan pada posisi tertentu dan hanya membahas tentang perusahaan, maka berarti dia tidak tertarik.” Jika manajer perekrutan atau HR menggunakan sebagian besar waktunya hanya untuk membahas perusahaan secara umum dan tidak terlihat keinginan untuk bertanya mengenai skill yang berhubungan dengan posisi yang kamu lamar, ini dikarenakan mereka tidak tertarik untuk menjadikanmu bagian dari perusahaan.

Ketika hal ini terjadi, kamu dapat kembali mengambil perhatian mereka kembali dengan memberikan pertanyaan seputar lowongan pekerjaan yang tersedia. Penting untukmu melakuka riset terkait dengan posisi dan perusahaan secara luas sehingga kamu dapat mengajukan pertanyaan yang relevan dan ”smart”. Jika kamu memainkan kartumu dengan benar, kamu dapat memanaskan kembali sang interviewer yang nantinya juga akan meningkatkan kesempatanmu.



3. Interviewer dengan mudah terganggu
Perekrut atau seorang atasan yang benar-benar tertarik untuk merekrut kamu akan bersemangat dalam mengetahui lebih mengenai dirimu. Ini berarti mereka harus fokus hanya pada kamu, menon-aktifkan ponsel dan menutup pintu ruang wawancara. Jika mereka dapat dengan mudah terganggu dan sering keluar masuk ruang wawancara, kamu mungkin perlu melanjutkan pencarian kerjamu di tempat yang lain.



4. Interviewer tidak antusias dengan prestasi yang kamu miliki
Darrel W. Gurney, penasihat karier dan penulis “Never Apply for a Job Again!: Break the Rules, Cut the Line, Beat the Rest” menyatakan bahwa jika kamu melihat interviewer seperti merasa bosan saat mendengar cerita prestasi kamu yang menakjubkan, ini adalah pertanda besar bahwa interviewer tidak menginginkan dirimu.

Semua masih bisa diperbaiki. Jika kamu baru memulai wawancara, tahan diri kamu jika kamu tidak mendapat cukup perhatian. Fokus dalam meningkatkan kualitas penyampaian penjelasan kamu. Pada akhirnya interviewer akan menyadari kualitas jawaban kamu, nada suara dan penyampaian kamu yang perlahan meningkat dan ini dapat membawa kamu ke interaksi wawancara yang lebih positif.



5.Interviewer tidak tersenyum kepadamu
Jika kamu bahkan tidak mendapat senyuman dari interviewer, maka kesempatan kamu untuk bergabung sangat kecil. Sebuah senyum menandakan bahwa interviewer benar-benar senang berinteraksi dengan kamu dan ketiadaan senyuman dapat berarti kamu tidak membuat cukup kesan positif pada mereka.

Walaupun berat menjalani wawancara dengan interviewer yang pelit senyum, bukan berarti kamu harus melakukan hal yang sama. Dengan tersenyum kamu akan terlihat lebih ramah, lebih tertarik dan lebih open-minded dengan wawancara. Sulit untuk mengabaikan sebuah senyuman, so akhiri setiap penjelasanmu dengan tersenyum.



6. Wawancara versus interogasi
Wawancara kerja seharusnya seperti sebuah obrolan dan ada tanya jawab, baik dari interviewer atau dari kamu. Jika hanya didominasi oleh satu sisi layaknya interogasi, maka ini bukan tanda yang baik.

Bangun hubungan dengan interviewer dengan menemukan topik pembicaraan. Dengarkan apa yang interviewer jelaskan padamu dan coba formulasikan sendiri sebuah topik yang menurutmu sesuai. Jika kamu merasa seperti diinterogasi, tetap tenang dan jangan terpancing. Tetap tenang, ramah dan lakukan yang terbaik saat menjawab bahkan untuk pertanyaan yang sangat menusuk.



7. Kami masih sibuk wawancara minggu ini

Ketika kamu diinfokan bahwa mereka masih melakukan wawancara minggu ini dan “kami akan memberitahukan Anda minggu depan (bulan depan, dst)” atau “kami akan menghubungi Anda” berarti mereka tidak serius mempertimbangkan lamaran kerjamu. Sebagian besar perekrut menggunakan kalimat tersebut untuk memperlembut situasi dengan asumsi para pencari kerja mengetahui apa arti kalimat tersebut.

Jangan berkecil hati jika kamu mendapat respon yang sama dari interviewer atau dari perekrut. Anggap hal tersebut sebagai kesempatan kamu untuk meningkatkan kemampuan wawancara kamu. Jelas kamu tidak mendapatkan pekerjaan tersebut tapi setidaknya kamu meninggalkan ruang wawancara dengan pelajaran baru yang berguna bagi wawancaramu selanjutnya.

Sebuah wawancara dapat berjalan tidak sesuai dengan bayangan kamu. Kamu mungkin merasa telah melakukan yang terbaik namun tidak juga mendapat penawaran kerja, sebaliknya kamu mungkin berpikir wawancaramu berantakan namun kamu mendapat panggilan untuk mengikuti proses selanjutnya. Hal yang paling penting adalah kamu harus tetap yakin dan jangan pernah menyerah. Entah hasil yang kamu dapat positif atau negatif, kamu harus tetap optimis dan percaya bahwa pengalaman ini akan berguna dan memudahkan kamu dalam menjalani wawancara berikutnya.

Jika kamu memiliki pendapat lain bagaimana cara mengembalikan situasi wawancara yang berjalan buruk, silakan berikan komentar kamu di bawah.

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
@britAkerja.com Follow kami di Facebook untuk mendapatkan Informasi Terupdate

Berlangganan artikel Gratis langsung via email...

Advertisement :